Remember

Tuesday, January 3, 2012

letter to mr. hubby-to-be

Dear my hubby-to-be,
Apa khabar imanmu hari ini?
Sudahkan hari mu ini diawali dengan syukur pada Ilahi?
Kerana dapat menatap kembali fananya hidup ini.
Sudahkan air wudhu' menyegarkan kembali ingatanmu
atas amanah yang saat ini sedang kau genggam?

Dear my hubby-to-be,
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan sebenar-benarnya?
Di atas muka bumi ini aku ditempa untuk menjadi dewasa,
Agar aku lebih bijak melayari sebuah kehidupan dan bersedia mendampingi mu kelak.
Meskipun terkadang, ada keluh dan putus asa menyergah,
Namun kini aku rasakan diri ini lebih rasional.

Sesekali, aku tertanya-tanya
Kenapa Allah selalu menguji aku tepat dihatiku?
Bahagian paling rapuh dalam diriku,
Namun kini aku tahu jawapannya.

Allah tahu di mana tempat yang paling tepat,
Agar aku sentiasa kembali mengingati dan mencintai Nya.
Ujian demi ujian yang datang dan pergi,
Insya Allah membuatkan aku menjadi lebih kuat,
Sehinggalah tiba saat waktu untuk kita bertemu,
Ketika itu kau akan bangga apabila telah memiliki hati ku.

Dear my hubby-to-be,
Entah di mana engkau sekarang,
Tetapi aku yakin Allah mencintaimu sepertimana Dia mencintai aku.
Aku yakin Dia kini sedang melatihmu agar menjadi mujahid yang kuat,
Dan ketika itu aku juga akan bangga apabila hati mu telah aku miliki.

Apa yang ku harapkan dari mu adalah kesolehan,
Semoga sama halnya dengan dirimu.
Kerana apabila kecantikan yang kau harapkan, 
Maka apa yang akan kau dapat adalah sia-sia.

Aku masih haus akan ilmu,
Namun, berbekalkan ilmu yang ada di saat ini,
Aku berharap agar aku dapat menjadi isteri yang boleh mencapai redha Nya
untuk kita berdua.

Dear my hubby-to-be,
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bondaku,
Tidak lain doaku agar dapat menjadi anak yang solehah,
Agar kelak dapat menjadi tabungan untuk keduanya di akhirat.

Namun nanti, setelah menjadi isterimu, 
Aku berharap agar dapat menjadi pendamping solehah
Agar di syurga kelak, cukuplah aku yang menjadi bidadarimu
Untuk mendampingi dirimu yang soleh.

Aku seorang yang kuat cemburunya,
Tetapi jika Allah dan Rasul yang lebih engkau cintai, aku rela.
Dan begitu juga aku harap akan dirimu.

Aku yakin, engkaulah orang yang aku perlukan,
Meskipun nanti kau bukanlah orang yang aku impikan.

Dear my hubby-to-be,
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah Islam dari pernikahan yang halal,
Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal serta ilmu yang bermanfaat,
Terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah.

Bunga akan indah pada waktunya, iaitu ketika ia mekar menghiasi taman-taman,
Maka kini, sedang aku persiapkan diri ini dengan sebaiknya
Untuk menyambut kehadiranmu dalam hidupku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik
Meski bukan umat yang terbaik,
tetapi setidaknya menjadi yang terbaik di sisimu kelak.

Dear my hubby-to-be,
Inilah sekilas harapan yang ku ukirkan dalam rangkaian kata.
Seperti kata orang, tidak semua yang kita rasa,
Dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Itulah yang kini aku hadapi,
Saat kita bersama kelak,
Maka di saat itu kau akan lebih memahami diri ku
Dan sama halnya dengan diriku yang belajar memahami mu.

Be patient dear my hubby-to-be,
Doaku selalu adalah
Semoga Allah memudahkan jalanmu untuk berjumpa dengan bidadarimu.
Semoga Allah sentiasa memeliharamu,
Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, meski hanya dihujung kuku
Agar kau bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bidadarimu
Dan sama halnya dengan diriku.
Semoga kita menjadi yang terbaik di sisi Nya.


Sekian :)

No comments:

Post a Comment